
Jakarta, carbonfreeconf Indonesia
—
Telkom Indonesia
melakukan perubahan jajaran komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Salah satu nama baru adalah Dirjen Ekosistem Digital
Komdigi
Edwin Hidayat Abdullah.
RUPST Telkom Tahun Buku 2025 berlangsung secara daring pada Senin (8/6). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda Perseroan, tiga di antaranya adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025, program pembelian kembali saham (buyback), serta perubahan susunan pengurus Perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perubahan struktur, dua nama yang sebelumnya menjabat komisaris, yakni Rionald Silaban dan Silmy Karim digantikan oleh Anthony Leong dan Edwin Hidayat Abdullah.
Sementara itu, kursi komisaris utama masih dijabat Angga Raka Prabowo. Dalam rapat tersebut, Telkom tampak tidak melakukan perubahan pada jajaran direksi.
Berikut daftar lengkap jajaran komisaris dan direksi Telkom:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
Komisaris Independen: Anthony Leong
Komisaris Independen: Ira Noviarti
Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
Komisaris: Rizal Mallarangeng
Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris: Ossy Dermawan
Jajaran Direksi
Direktur Utama: Dian Siswarini
Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
Direktur Network: Nanang Hendarno
Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi
Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana
Manuver perusahaan
Sepanjang tahun 2025 hingga periode kuartal pertama 2026, Telkom melakukan sejumlah langkah untuk mengeksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan dengan fokus pada empat pilar utama.
Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.
Sederet langkah perusahaan disebut menghasilkan kinerja sepanjang tahun 2025 berupa pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun.
Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Telkom juga melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income.
Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.
Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non-core dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital.
Total sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group berhasil diselesaikan pada (2/6). Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.
Sementara itu, dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo-OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.
“Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam keterangannya, Senin (8/6).
(lom/lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video carbonfreeconf]
Baca lagi: Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah
Baca lagi: Ini Cerita Tamu Soal Suasana Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce
Baca lagi: Hello world!




11 Responses
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://www.evilmadscientist.com/forums/users/txlyon/ ya guys.
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari http://betaleks.blog.free.fr/index.php?pages/LA-PRIMERA-para-ROJA juga patut buat dicek.
Struktur dialektika yang dibangun penulis sangat kokoh karena menggunakan indikator-indikator yang terukur secara ilmiah https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=12727&rel=1
Artikel ini secara ksatria menyajikan batas-batasan riset, sebuah bentuk kejujuran akademik yang sangat patut dihormati https://icehockey.fandom.com/wiki/Tyler_Seguin jadi perlu di gali lagi kehebatan dari kedua artikel ini
Artikel ini memberikan bekal konseptual yang sangat kuat untuk mengantisipasi disrupsi pasar dan teknologi di masa depan https://magic.ly/erpeeee/BEJO-SI-PENJELAJAH
Blog seperti ini memang layak untuk sering dikunjungi. Selain itu, saya juga mengikuti beberapa bacaan di https://booktrib.com/2019/11/11/michael-houlihan-bonnie-harvey-2/.
Penulis telah berhasil menetapkan sebuah tolok ukur (benchmark) baru dalam penyajian artikel edukasi tingkat tinggi yang komprehensif. https://slim-labs-acv-keto-gummies-official-sca.webflow.io/
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=285545 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Penjelasan mengenai metrik dan indikator di artikel ini sangat terstruktur.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/28jul2567/
Kekuatan ulasan ini terletak pada kesederhanaan penyampaian konsep-konsep berat tanpa kehilangan esensi ilmiahnya yang berharga https://www.dibiz.com/megacoy690
Sebuah bentuk dedikasi intelektual yang nyata, memberikan manfaat instan, dan sangat menginspirasi perbaikan kualitas kerja secara berkelanjutan https://lifestyle-with-ace-keto-acv-gummies.webflow.io/